PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI) menjalankan segmen bisnis pengangkutan minyak dan petrokimia melalui PT PCS Internasional (PCSI). Kebutuhan yang semakin meningkat pada layanan transportasi minyak dan petrokimia lintas laut menjadi salah satu celah bisnis yang dimanfaatkan perseroan saat ini.
Dalam menjalankan aktivitas pelayaran minyak maupun petrokimia, diperlukan armada khusus yang mumpuni. Hal ini bertujuan untuk mendukung kelangsungan aktivitas bisnis serta memastikan proses distribusi dilakukan dengan baik sesuai permintaan para pelanggan.
Pada sub-segmen pengangkutan minyak, lingkup muatan yang dapat diangkut oleh kapal milik PCSI meliputi bahan bakar minyak (BBM) premium, BBM pertamax, minyak tanah, solar, nafta hingga minyak mentah.
https://www.instagram.com/p/Cg_Nx6kJQ72/
Berikut profil singkat deretan armada kapal pengangkut minyak yang dimiliki PCSI:
1. MT Griya Cirebon
MT Griya Cirebon menjadi kapal pengangkut produk minyak yang dibuat pada tahun 2002 dan memiliki total panjang badan kapal sekitar 180 meter.
Kapal MT Griya Cirebon merupakan yang terbesar di antara kapal pengangkut minyak yang dimiliki PCSI. Total kapasitas muatan maksimal yang dapat diangkut oleh MT Griya Cirebon mencapai 44.995 dwt.
2. MT Griya Jawa
MT Griya jawa dibuat pada tahun 2000. Kapal pengangkut produk minyak serta petrokimia ini memiliki panjang 146 meter dan berat kotor 11.769 ton yang mampu mengangkut muatan hingga 18.118 dwt.
3. MT Semar 77 dan MT Griya Enim
Kapal pengangkut minyak selanjutnya milik PCSI adalah MT Semar 77 dan MT Griya Enim. kedua kapal itu terbilang hampir mirip karena memiliki spesifikasi serta kemampuan yang sama.
Baik MT Semar 77 ataupun MT Griya Enim memiliki panjang badan 160 meter serta berat kotor 13.960 ton. Kapal yang sama-sama dibangun pada tahun 2001 itu juga memiliki kemampuan beban muatan yang sama yakni sebesar 17.500 dwt.
